Cara Mencegah Anak Rewel saat Pergi Liburan

Itulah mengapa, liburan bersama anak kerap menjadi tantangan bagi sejumlah orang tua. Tak jarang, anak menjadi tantrum alias rewel selama perjalanan liburan. Tantrum pada anak umumnya ditandai dengan gampang menangis (cengeng), nafsu makan menurun, hingga meminta untuk digendong terus.
Alih-alih meredakan stres, liburan dengan anak yang tantrum justru dapat meningkatkan stres orang tua. Sehingga sejumlah cara untuk mencegah anak tantrum saat pergi liburan perlu dilakukan.
Berikut yang dapat dilakukan orang tua agar anak tak gampang tantrum saat pergi liburan, dikutip dari Psychology Today:
1. Rencanakan bersama anak
Walau usia anak kini masih batita (di bawah tiga tahun) dan belum bisa melakukan obrolan dua arah, anak sebenarnya sudah mengerti apa yang diucapkan oleh orang tua. Untuk itu, sangat penting untuk mengatakan tentang rencana liburan ke anak setidaknya satu minggu sebelum liburan. Apalagi bila anak-anak sudah berusia lebih dari 3 tahun.
Bukan obrolan serius, melainkan cukup memberi tahu anak tentang perjalanan liburan, seperti kapan akan pergi, transportasi yang digunakan, akan menginap di mana, hingga apa yang akan dilakukan. Anak balita umumnya lebih tertarik pada gambar, jadi lakukan obrolan secara interaktif, seperti memperlihatkan foto lokasi liburan, foto hotel, foto alat transportasi dan kesenangan-kesenangan yang akan terjadi di sana.
2. Ekspektasi sosial
Bila liburan nanti anak akan bertemu dengan banyak orang seperti saudara, pastikan anak mengetahui ekspektasi sosial yang mungkin terjadi. Misalnya, tradisi dalam keluarga mengharuskan anak untuk menyalami orang tua, sehingga anak perlu dikenalkan dengan tradisi itu sejak awal. Namun, anak usia balita bisa saja menolak, baiknya orang tua tidak memaksa karena itu akan memengaruhi suasana hati anak.
Sama halnya dengan ekspektasi lainnya, belum tentu anak akan mengikuti apa yang menjadi 'aturan' selama liburan. Sehingga, menyiapkan ekspektasi kalau 'liburan dengan anak mungkin tak sesuai ekspektasi' adalah jalan terbaik untuk mengurangi syok dan stres akibat suasana hati dan perilaku anak yang tak bisa ditebak.
3. Lakukan rutinitas
Menghadapi suasana baru dan orang-orang asing bisa membuat anak lelah beradaptasi dan akhirnya menjadi stres dan tantrum. Untuk itu orang tua perlu melakukan rutinitas yang biasa dilakukan di rumah untuk mengurangi risiko tersebut.
Misalnya, berikan anak sarapan seperti yang biasa disajikan di rumah. Orang tua juga bisa membawa seprei favorit anak agar suasana kamar baru menjadi lebih nyaman. Tak lupa, bawalah buku atau mainan yang digemari oleh anak dalam sebuah tas khusus agar mudah dicari.
4. Nikmati waktu
Agar anak menikmati liburan, orang tua perlu lebih banyak berinteraksi secara sadar dengan anak ketimbang menuntut anak untuk menikmatinya, seperti mengenalkan jenis pohon atau bunga baru yang tak ditemui di rumah dengan cara yang menyenangkan. Interaksi yang lebih dalam dengan orang tua dapat membuat anak merasa aman di tempat asing, sehingga suasana hatinya bisa lebih terjaga.
Selain itu, bersikaplah lebih 'lunak' agar anak dapat menikmati waktu liburan. Misalnya, biarkan anak mengonsumsi makan yang disuka, seperti fast food atau gula-gula. Memberi sedikit kelonggaran akan membuat liburan dengan anak berjalan dengan nikmat dan minim drama.
5. Pelukan
Saat anak alami tantrum, umumnya ada hal yang membuat anak tidak nyaman. Sebuah pelukan penuh kasih sayang dari orang tua dapat meredakannya, ketimbang memarahi anak yang justru dapat memperparah tantrum.
Pelukan juga dapat mengurangi kelelahan fisik dan mental yang dialami anak setelah berlibur. Seraya mendekap, ajak anak untuk melihat foto-foto selama liburan. Aktivitas ini akan menumbuhkan memori baik tentang liburan dan semakin membuat anak senang untuk berlibur kemudian.
(ayk/ayk)
Halaman Selanjutnya >>>>
Bagikan Berita Ini